Senin, 22 Desember 2014
Red Rice Tea a.k.a Teh Beras Merah
Bagi para traveller mungkin nama teh beras merah bukan hal yang asing, apalagi bagi mereka yang sudah pernah ke salah satu sudut daerah di Bali yaitu daerah Tabanan, tepatnya di Jatiluwih. Bagi yang belum peranh mendengarnya mungkin terasa aneh, teh beras berbahan dasar beras pecah kulit. Rasanya memang seperti yang terbayang dalam pikiran anda dengan dominasi rasa beras yang begitu terasa. Untuk yang tidak terbiasa akan terasa 'kurang enak' seperti layaknya air tajin, tapi soal khasiat............... teh beras konon dipercaya dan diyakini sebagai sumber dari segala sumber antioksidan, pencegah kanker dan perlancar penggumpalan sel-sel darah.
Nah caranya membuatnya pun cukup mudah, biasanya jenis beras organik yang digunakan adalah beras merah organik pecah kulit atau beras hitam organik pecah kulit. Pertama yang harus dilakukan adalah tuangkan satu sendok teh beras merah organik / beras hitam organik kedalam cangkir lalu siram dengan air yang mendidih. Diamkan beberapa saat nanti air akan berubah mengikuti zat antosiani pada kulit beras beras tadi. Dapat langsung di minum atau bisa di tambahkan gula aren organik (gula rendah kalori). Sangat tidak dianjurkan menggunakan gula konvensional.
Teh beras belum banyak di konsumsi oleh masyarakat luas meskipun teh ini adalah salah satu minuman sangat berkhasiat. Selain masih sangat awam terdengar di telinga kita, sangat jarang sekali juga pedagang yang menjajakannya terutama di kota kota besar di Indonesia.
Tidak ada salahnya kan Anda mencobanya, pagi hari yang sejuk menyapa berteman dengan teh beras merah/hitam organik sebelum memulai aktifitas keseharian, atau di sore hari dalam melepas penatnya pekerjaan dan macetnya Jakarta. Hmmmmm............ salah satu pilihan sederhana dan alami untuk melengkapi hari anda bukan ? Silahkan mencoba
sumber: http://bali.panduanwisata.id/restaurants/teh-beras-merah-khas-bali/
Selengkapnya...
Jumat, 08 Juni 2012
Untuk 9 Jenis Pangan Ini, Ayo Pilih yang Organik!
Makanan organik dipercaya oleh sebagian orang lebih sehat karena minim paparan pestisida, bahan kimia atau suntikan hormon. Meskipun bahan makanan organik lebih mahal, namun ada beberapa bahan makanan yang sebaiknya tetap dipilih dari jenis organik.
Kira-kira bahan makanan apa saja yang banyak mengandung bahan kimia dan lebih baik memilih dari yang jenis organik?
Berikut 9 makanan yang sebaiknya dipilih dari jenis organik seperti dikutip dari Ivillage, Selasa (20/3/2012) antara lain:
1. Daging sapi
Jika memilih daging yang bersertifikat organik, setidaknya dapat yakin bahwa dapat menghindari sapi yang sering disuntik hormon dan antibiotik.
2. Telur
Telur merupakan bahan makanan yang sering dikonsumsi oleh banyak orang. Karena telur dapat diolah menajdi berbagai menu makanan sehari-hari. Oleh karena itu, maka sebaiknya memilih telur organik untuk dikonsumsi sehari-hari.
3. Beras
Tanaman padi konvensional mengandalkan penggunaan pestisida berat. Air dan tanah di sekitar sawah telah banyak terkontaminasi dengan banyak bahan kimia, seperti pestisida.
Beras juga merupakan makanan pokok sehari-hari, maka dengan memilih beras organik dapat efektif untuk menghindari paparan bahan kimia.
4. Gandum
Residu pestisida ditemukan dalam banyak gandum, yang merupakan bahan utama sereal.
5. Jagung
Makanan olahan yang dibuat dari jagung (jagung chip, tortilla, popcorn, dan roti jagung) adalah salah satu jenis makanan yang banyak menyebabkan anak-anak terpapar residu organofosfat.
6. Tomat
Lebih dari 75 persen dari tomat digunakan untuk makanan olahan, termasuk saus tomat. Maka sangat masuk akal untuk memastikan mendapatkan tomat organik.
Penelitian telah menemukan bahwa, tomat organik mengandung lebih dari 50 persen lebih banyak antioksidan.
7. Selai kacang
Peternakan kacang di Amerika Serikat kebanyakan menggunakan praktik pertanian konvensional, termasuk penggunaan fungisida.
Karena residu fungisida dan pestisida dapat terpapar ketika anak-anak makan selai kacang hampir setiap hari.
Maka masuk akal untuk beralih ke jenis organik. Selai kacang organik juga kurang mungkin mengandung aditif seperti sirup jagung tinggi fruktosa.
8. Apel
Jus apel, saus apel dan apel segar sedapat mungkin harus pilih dari jenis organik. Apel adalah salah satu buah yang dapat mengandung pestisida berat. Maka, sebaiknya pilih apel dari jenis organik.
9. Strawberry
Strawberry adalah buah yang paling banyak terkontaminasi bahan kimia di Amerika Serikat.
Maka sebaiknya ketika akan membeli strawberry, pastikan dari jenis organik.
sumber: detik health
Selengkapnya...
Selasa, 07 Juni 2011
25 Tips Asyik Menjaga Lingkungan
Kepengen jadi penggiat/aktivis lingkungan namun tak tahu dari mana memulainya? Jangan khawatir brader and sister,
Berikut adalah 25 tips mudah dan menyenangkan untuk menjadi pribadi berwawasan lingkungan, yang bisa brader and sister terapkan setiap hari.
Semuanya dirancang untuk meningkatkan kesadaran diri menjaga lingkungan dan membuat hidup brader and sister nyaman. Tantang diri brader/sister untuk bisa melakukan semuanya dalam satu hari.
1. Hindari pemakaian kertas sepanjang hari.
2. Tonton video tentang daur ulang, jadikan inspirasi dan terapkan di lingkungan Anda.
3. Matikan layar komputer jika Anda ke luar kantor. Jangan lupa mematikan PC pada sore hari saat Anda akan pulang
4. Bermain game lingkungan di Internet
5. Lihat ke sekeliling rumah atau kantor Anda. Matikan atau cabut peralatan elektronik yang jarang dipakai
6. Daftarkan email Anda ke situs ramah lingkungan untuk mendapatkan kabar terbaru
7. Memromosikan gerakan ramah lingkungan di kantor dan ajak rekan-rekan Anda bergabung
8. Belajar cara mendaur ulang sampah
9. Mencari tips hijau di internet
10. Bagi ibu yang mempunyai bayi, gunakan popok kain sebagai ganti popok sekali pakai
11. Makan makanan organik dan beli buah dan sayur Anda dari petani lokal. Jangan lupa manfaatkan sayuran sisa untuk pupuk kompos
12. Beli peralatan kantor yang ramah lingkungan
13. Gunakan piranti lunak atau fasilitas penyaringan email untuk menghindari email-email sampah (junk mail)
14. Ganti produk-produk pembersih Anda dengan produk pembersih alami dan ramah lingkungan
15. Beralih sepenuhnya ke tisu daur ulang
16. Menghindari pemakaian alat dapur sekali pakai
17. Membawa tas sendiri saat berbelanja dan hindari pemakaian tas plastik
18. Berolah raga di luar ruang sebagai ganti olah raga dengan treadmill dan pastikan Anda menggunakan alat-alat olah raga yang ramah lingkungan
19. Memakai produk-produk perawatan tubuh organik
20. Mencek gosip-gosip dan aktifitas celebritis ramah lingkungan terkini di Internet
21. Menggelar pesta bertema lingkungan
22. Cek lemari Anda dan terapkan prinsip 3 R: mengurangi (reduce) pakaian yang sudah tak terpakai, menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang (recycle) pakaian tersebut dengan menyumbangkannya ke mereka yang membutuhkan
23. Kini semakin banyak perusahaan besar yang menjalankan praktik-praktik hijau. Anda bisa menjadikan tren ini sebagai inspirasi
24. Berjalan kaki, bersepeda, saling memberikan tumpangan (carpool) atau naik angkutan umum adalah praktik hijau yang patut dijadikan contoh
25. Ajak 5 teman Anda untuk menerapkan program ramah lingkungan hari ini juga.
Nah gimana oke kan, trus brader and sister punya ide-ide lain ga? Silahkan tambahkan ke dalam daftar ya
Selengkapnya...
Senin, 11 April 2011
Padi Organik Lebih Tahan Hama ...Ternyata oh ternyata
"Pengembangan produk pertanian padi organik menjadi perhatian Pemkab Boyolali, saat ini, dikembangkan di dua desa, yakni Catur, Kecamatan Sambi dan Dlingo, Mojosongo," kata penggiat pertanian Aris Purwanto, Senin (21/3/2011).
Selain pangsa pasar yang semakin terbuka, varietas organik ternyata lebih tahan penyakit seperti wereng batang coklat, dan rasanya lebih pulen dan tidak mudah basi.
Pengembangan produk pertanian organik yang baru dikembangkan dua desa di Boyolali tersebut terus akan diperluas. Produksi beras organik di Boyolali, saat ini, mencapai 80 hektare, dan rata rata sekitar 6,5 ton gabah kering panen (GKP) per hektar.
Pemasaran beras organik baru melayani kebutuhan lokal di seluruh Jawa, sedangkan pasar ekspor masih menunggu sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Menurut dia, kelebihan lain beras organik, harganya sangat kompetitif dibanding dengan beras sejenis non organik, dan dapat mencapai selisih Rp 500 per kilogram.
"Sehingga, beras organik akan menguntungkan bagi petani, dan juga meringankan beban biaya produksi khususnya pestisida," katanya.
Menurut Anggota DPRD Boyolali Tugiman B, Semita, beras organik di daerah Boyolali sudah berkembang sejak 2007. Tetapi, pemasarannya belum menembus kelas ekspor, melainkan masih lokal.
Hal tersebut, menjadi tantangan bagi pemkab untuk dapat nembus ke luar negeri sebagai komoditas pangan higienis.
Menurut dia, pemeliharaan padi organik ini masih sebatas manual, yakni belum memanfaatkan mesin untuk mengolah pupuk organik.
Oleh karena itu, pihaknya berharap pemkab dapat memberikan fasilitas kepada petani mengembangkan pupuk organik. Sehingga, petani ke depan dapat memproduksi pupuk ramah lingkungan tersebut skala besar.
Bupati Boyolali Seno Samodro menyambut positif rencana pengembangan padi organik di Boyolali. Dukungan itu, ditunjukkan dengan perluasan lahan pertanian organik di dua desa tersebut.
Bupati mengakui merubah paradigma petani untuk menanam padi organik bukan hal yang mudah, tetapi pemkab akan gencar melakukan sosialisasi.
sumber:
http://health.kompas.com/read/2011/03/21/21324649/Ternyata.Padi.Organik.Lebih.Tahan.Hama.
Selengkapnya...
Senin, 21 Februari 2011
Mengapa Memilih Makanan Organik?
Dulu sebelum industrialisasi pertanian, bangsa Indonesia hanya mengenal makanan organik. Saat itu para petani menggunakan pupuk alami untuk menyuburkan tanaman dan pestisida alami untuk mengusir hama. Tanaman hasil rekayasa genetika juga belum dikenal. Kini, hampir sebagian besar makanan yang kita makan dihasilkan dengan pupuk dan pestisida buatan. Beberapa buah-buahan dan sayuran hasil modifikasi genetik mungkin juga tanpa kita sadari memasuki meja makan kita.
Untunglah, dalam beberapa tahun terakhir kesadaran mengkonsumsi makanan organik mulai tumbuh di masyarakat. Meskipun belum ada statistik, pertumbuhan konsumsi produk organik di negara kita kelihatannya tidak kalah dengan negara-negara maju seperti Kanada dan Amerika Serikat yang mencapai 20% lebih.
Apa itu makanan organik?
Makanan organik adalah makanan yang dihasilkan dari pertanian organik, sebuah metode produksi berdasarkan prinsip-prinsip yang dimaksudkan untuk:
* melindungi lingkungan
* mempertahankan keanekaragaman hayati
* menghormati siklus alam
Istilah “organik” mengacu pada cara produk pertanian dibudidayakan dan diproses. Persyaratan khusus harus dipenuhi dan dipertahankan agar produk dapat diberi label “organik”.
Tanaman organik harus dipelihara di tanah yang aman, tidak dimodifikasi secara genetis dan harus selalu terpisah dari produk konvensional. Petani tidak diperbolehkan menggunakan pestisida sintetis, organisme hasil rekayasa genetika (GMO) dan pupuk buatan. Meski demikian, residu pestisida tanaman organik tidak selalu nol karena pestisida masih dapat masuk melalui angin, air atau tanah.
Ternak organik harus memiliki akses ke luar ruangan dan diberi pakan organik. Mereka tidak boleh diberi antibiotik, hormon pertumbuhan atau produk sampingan hewani.
Agar mendapatkan label organik, sebuah produk makanan olahan harus mengandung paling sedikit 95% bahan organik bersertifikat.
Manfaat mengkonsumsi makanan organik.
* Lebih bergizi. Beberapa studi menunjukkan bahwa buah dan sayuran organik (misalnya, beras, tomat, kubis, bawang dan selada organik) mengandung lebih banyak nutrisi seperti vitamin, magnesium, fosfor, zinc dan besi. Susu organik mengandung lebih banyak vitamin E.
* Lebih sehat. Makanan organik tidak dibentuk menggunakan pupuk kimia, pestisida kimia serta bahan kimia lain sehingga tidak merugikan tubuh manusia. Susu organik memiliki 50-80% lebih banyak antioksidan yang mengurangi risiko tumor.
* Lebih enak. Banyak orang merasa bahwa makanan organik lebih enak daripada makanan non-organik. Alasan utamanya karena makanan itu dihasilkan dengan sarana produksi alami. Makanan organik juga sering dijual secara lokal sehingga masih segar.
* Kelestarian Lingkungan. Menjaga lingkungan dari polusi tanah, air dan udara sehingga menciptakan dunia yang aman bagi kehidupan generasi mendatang.
* Kesejahteraan Hewan. Kesejahteraan hewan merupakan aspek penting dalam produksi susu, daging, ayam dan ikan organik. Orang merasa senang mengkonsumi produk dari hewan yang tidak terkungkung sengsara dalam sangkar.
http://majalahkesehatan.com/mengapa-memilih-makanan-organik/ Selengkapnya...



