Tampilkan postingan dengan label air tajin beras organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label air tajin beras organik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 April 2012

Sudah Saatnya Pemerintah Akui Penjaminan Alternatif Organik



Mathew John, board IFOAM menyempatkan diri berkunjung ke sekretariat Aliansi Organis Indonesia (AOI) selama kunjungannya ke Indonesia. Tentu saja untuk melihat perkembangan pertanian organik, produk hutan non kayu di Indonesia dan berbagi pengalaman tentang berbagai hal terkait perkembangan pertanian organik di negara lain, termasuk produksi dan pasar organik, juga penjaminan alternatif.

Di kantor Sekretariat AOI, Komplek Budi Agung, Bogor, Jawa Barat, 8 Maret 2012, bersama Koordinator Dewan Perwakilan Anggota (DPA), Dewan Direktur dan staf AOI, Mathew berbagi pengalaman dan informasi untuk peningkatan pengembangan pertanian organik di Indonesia.
Mathew mengatakan bahwa seperti di Indonesia, pengembangan pertanian organik di India sebagai negara asalnya juga tidak mudah. Namun adanya keinginan masyarakat setempat untuk mempertahankan budaya dan produk lokal, maka masyarakat khususnya petani India bertekad mengembangkan pertanian organik. Meski banyak petani India yang tak kenal baca dan tulis, bukanlah halangan untuk mempraktikkan pertanian organik yang berdasarkan budaya lokal masyarakat setempat.

Seperti di Indonesia, pengembangan pertanian organik di India juga diwarnai dengan tuntutan adanya sertifikasi untuk produk-produk organik. Bagi masyarakat setempat, biaya sertifikasi organik juga mahal. Dan karena tidak ingin memberatkan petani skala kecil India, Mathew bersama penggerak pertanian organik yang tergabung di Keystone mengenalkan penjaminan alternatif produk organik (Participatory Guarantee Systems-PGS).

Dengan mengutamakan prinsip kredibel, simple dan inovatif, petani organik India mampu mengembangkan pertanian organik dengan penjaminan alternatif. Agar pemerintah India bisa menerima penjaminan alternatif produk organik petani, Mathew dan Keystone mengembangkan penjaminan alternatif organik ini dengan struktur yang berkualitas.
“Secara terus-menerus para pihak penggerak PGS di India melakukan advokasi agar pemerintah India bisa menerima penjaminan alternatif organik. Selama empat tahun upaya advokasi ini, akhirnya pemerintah India menerima penjaminan alternatif ini,” kata Mathew.
Kementerian Pertanian India mengakui penjaminan alternatif organik selain sertifikasi pihak ketiga. Ini membuat pengembangan pertanian organik India semakin baik. Tak heran bila tahun ini India menjadi “Country of The Year” dalam perhelatan BioFach, 15-18 Februari 2012 kemarin.

Dengan pengalaman pengembangan pertanian organik dan diterimanya penjaminan alternatif organik oleh Pemerintah India, Perancis, Brazil seperti yang Mathew sampaikan, AOI berharap Pemerintah Indonesia bisa menerima dan mengakui penjaminan alternatif organik juga. Sehingga petani skala kecil bisa memasarkan produk organik dengan penjaminan alternatif, seperti halnya produk organik dengan sertifikasi pihak ketiga, terutama di pasar lokal. (ANP/SNY)

sumber: http://pamor-indonesia.org/pamor/beritas.php?id=42
Selengkapnya...

Rabu, 03 Agustus 2011

Beras Merah Lebih Menyehatkan? Bener gak ya?

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama ini, sebagian besar masyarakat lebih memilih untuk mengonsumsi beras putih dibanding beras merah. Padahal, ada banyak kelebihan dan manfaat yang terkandung dalam sebutir beras merah.

Menurut dr. Samuel Oetoro MS, SpGK, pakar gizi klinis dari MRCCC Siloam, beras merah mempunyai kandungan vitamin B1, B6, dan B12 yang tinggi. Sebagaimana diketahui, vitamin B merupakan kunci untuk pembentukan energi bagi tubuh manusia.

"Pembentukan energi di sel, difasilitasi oleh kecukupan vitamin B. Salah satunya ada di beras merah," katanya, dalam acara Diskusi Sehat Bersahabat dengan Glukosa, Selasa, (14/6/2011) di Jakarta.

Selain itu, kata Samuel, beras merah mempunyai kandungan serat lebih tinggi dibandingkan beras putih. Manfaat dari serat tersebut di antaranya untuk mengganggu penyerapan gula dalam karbohidrat, serta mengganggu penyerapan lemak yang masuk bersama makanan sehingga akan lebih menyehatkan.

"Jadi memang keliatannya kasat mata kurang menarik. Tapi dia sehat karena seratnya tinggi. Sebaiknya, kalau makan jangan pilih beras putih, pulen, atau nasi ketan, yang kelihatannya putih kinclong, itu tidak sehat karena bisa membuat kadar gula darah anda naik," jelasnya.

Dalam beberapa literatur dikatakan, unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan) dan selenium. Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik.

Peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan beras merah mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.



Selengkapnya...

Senin, 11 April 2011

Padi Organik Lebih Tahan Hama ...Ternyata oh ternyata

BOYOLALI, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, terus mengembangkan jenis padi organik, karena selain berasnya berkualitas, juga lebih tahan hama wereng batang coklat.

"Pengembangan produk pertanian padi organik menjadi perhatian Pemkab Boyolali, saat ini, dikembangkan di dua desa, yakni Catur, Kecamatan Sambi dan Dlingo, Mojosongo," kata penggiat pertanian Aris Purwanto, Senin (21/3/2011).

Selain pangsa pasar yang semakin terbuka, varietas organik ternyata lebih tahan penyakit seperti wereng batang coklat, dan rasanya lebih pulen dan tidak mudah basi.

Pengembangan produk pertanian organik yang baru dikembangkan dua desa di Boyolali tersebut terus akan diperluas. Produksi beras organik di Boyolali, saat ini, mencapai 80 hektare, dan rata rata sekitar 6,5 ton gabah kering panen (GKP) per hektar.

Pemasaran beras organik baru melayani kebutuhan lokal di seluruh Jawa, sedangkan pasar ekspor masih menunggu sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Menurut dia, kelebihan lain beras organik, harganya sangat kompetitif dibanding dengan beras sejenis non organik, dan dapat mencapai selisih Rp 500 per kilogram.

"Sehingga, beras organik akan menguntungkan bagi petani, dan juga meringankan beban biaya produksi khususnya pestisida," katanya.

Menurut Anggota DPRD Boyolali Tugiman B, Semita, beras organik di daerah Boyolali sudah berkembang sejak 2007. Tetapi, pemasarannya belum menembus kelas ekspor, melainkan masih lokal.

Hal tersebut, menjadi tantangan bagi pemkab untuk dapat nembus ke luar negeri sebagai komoditas pangan higienis.

Menurut dia, pemeliharaan padi organik ini masih sebatas manual, yakni belum memanfaatkan mesin untuk mengolah pupuk organik.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemkab dapat memberikan fasilitas kepada petani mengembangkan pupuk organik. Sehingga, petani ke depan dapat memproduksi pupuk ramah lingkungan tersebut skala besar.

Bupati Boyolali Seno Samodro menyambut positif rencana pengembangan padi organik di Boyolali. Dukungan itu, ditunjukkan dengan perluasan lahan pertanian organik di dua desa tersebut.

Bupati mengakui merubah paradigma petani untuk menanam padi organik bukan hal yang mudah, tetapi pemkab akan gencar melakukan sosialisasi. 



sumber:

http://health.kompas.com/read/2011/03/21/21324649/Ternyata.Padi.Organik.Lebih.Tahan.Hama.


Selengkapnya...

Kamis, 10 Maret 2011

Air Tajin Beras Organik untuk 'Anak Kebutuhan/Perhatian Khusus'



Bahan pakan organic sangat membantu bagi anak autis. Tradisi mengajarkan, air tajin membantu memperbaiki pencernaan mereka.
Autisme berasal dari bahasa Yunani yaitu autos yang berarti sendiri. Pengidap autisme cenderung asyik dengan diri sendiri.

Gangguan perkembangan itu kerap terjadi pada anak-anak. Umumnya gejala autisme terdeteksi ketika anak berusia 2 tahun. Namun, jika orang tua cermat, sebelum anak berusia 2 tahun, gejala autisme dapat dideteksi. Bayi 10 minggu yang tidak pernah tersenyum dapat dijadikan penanda gejala autisme.

Acapkali, anak autis alergi susu formula yang mengandung zat kasein dan tidak dapat dicerna. Hal ini kerap membuat anak diare berkepanjangan. Selain itu, anak autis juga harus menghindari konsumsi makanan berbahan tepung terigu yang mengandung gluten. Acapkali tubuhnya tak dapat memproduksi enzim pencerna gluten.


Semua produk berbahan susu sapi dan tepung terigu dihindari. Pun zat pewarna dan penyedap masakan seperti monosodium glutamat (MSG). Anak autisme umumnya mengalami kelainan pencernaan. Populasi cendawan dan bakteri merugikan berlebih sehingga menimbulkan lubang pada usus. Akibatnya, asam amino yang berasal dari protein tidak bisa dipecah menjadi asam amino rantai panjang.

Asam amino rantai pendek itu pun tidak terbuang melalui feses melainkan masuk dalam peredaran darah. Ketika masuk ke otak, asam amino itu diubah menjadi bentuk yang memiliki efek sejenis opium. Protein yang berasal dari tepung gluten menjadi glidein, sedangkan dari susu kasein menjadi kasonofin. Imbasnya, anak sering mengalami stimulasi, menyukai kesendirian seakan berkhayal.

Anak yang autis berat, feses dan darahnya acapkali menunjukkan kandungan logam berat cukup tinggi. Hal inilah yang memicu autisme. Alhasil, ada baiknya para orang tua yang anaknya menderita autis beralih pada sayuran organik. Karena keracunan logam berat berarti harus makan makanan yang bebas zat kimia dan pestisida.

Tak jarang, ibu-ibu modern yang masih suka menerapkan tradisi juga memberi air tajin beras organik merah. Beragam sayuran organik seperti bayam, kangkung, wortel, dan sawi menjadi menu wajib. Buah yang disantap pun organik. Ketangguhan pola makan ini kelak akan memperoleh hasil yang baik. Paling tidak sistem pencernaan membaik. bs

Aneka Rupa
Manfaat Tajin
Banyak orang mengartikan tajin. Ada yang menyebut tajin adalah air bekas pencuci beras, ada pula air dari menanak nasi. Dalam khasanah ilmu tradisional, ada banyak manfaat dari air beras ini. Mau mencoba? Tak ada salahnya.

Pelembab Kulit
Bahan: 1 gelas air tajin, 2 sendok teh madu, 1 sendok makan kulit padi, 1 sendok makan minyak sayur.
Cara: campurkan semua bahan dan masukkan ke dalam blender. Tunggu sampai semua bahan menjadi lembut, kemudian larutkan ke dalam air mandi yang hangat. Air beras mempunyai kandungan zat gizi tinggi seperti kalsium, vitamin A, D, dan E. Sementara kulit padi berguna untuk melembutkan dan memperbaiki kulit yang kasar. Untuk hasil maksimal tambahkan madu yang merupakan antiseptik alami mengandung pelembab yang berguna untuk kesehatan dan keindahan kulit.

Gemukkan Badan
Bahan: air tajin beras merah atau air tajin ketan.
Cara: masaklah beras ketan atau beras merah secukupnya (setengah gelas cukup). Ambil air tajinnya ketika hampir masak, minumlah air tajin dari beras merah atau dari beras ketan secara rutin 3 kali dalam seminggu.

Diare
Bahan: segenggam beras merah
Cara 1: buat seperti cara menggemukkan badan. Ambil airnya dan minum sampai diare mampet
Cara 2: segenggam beras merah disangrai sampai kuning, lalu digiling halus. Seduh dengan air panas sambil diaduk merata, sampai menjadi kuah kental. Ramuan yang disebut air tajin ini lalu ditambahkan sedikit garam. Setelah dingin siap untuk diminum. Lakukan 2 - 3 kali sehari.

Haid Berlebihan
Bahan: 3 - 7 potong akar meniran kering, 1 gelas air tajin.
Cara: bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih, Kemudian ditambah dengan 1 gelas air tajin dan diaduk sampai rata. Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

sumber: http://posmo.net/RUBRIK/429/herbal.html
Selengkapnya...